Untitled Document
PT Arsyadani Hasanah 23 Tahun menjadi Distributor Schneider Electric Indonesia
08 Jun 2010
Dua Puluh tiga tahun sudah PT Arsyadani Hasanah menggeluti bisnis produk elektrik di pasar dalam negeri. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1987 oleh Harry Abdullah selaku pemiliknya. Pada waktu bersamaan, PT Arsyadani Hasanah pun ditunjuk sebagai distributor produk elektrik yang diproduksi perusahaan ternama asal Prancis, yaitu Schneider Electric.

Direktur PT Arsyadani Hasanah, Aries Mardianto mengemukakan, pada waktu itu produk peralatan listrik yang diproduksi PT Schneider Indonesia dengan merek Merlin Gerin, dan Telemecanique belum dikenal banyak oleh konsumen. Namun sekarang ini produk peralatan listrik yang dihasilkan perusahaan multi nasional asal Prancis ini menjadi pemimpin pasar untuk produk perlatan elektrik.

Perjalanan PT Arsyadani menjadi distributor Schneider Electric dimulai ketika masih membuka toko di daerah kota, pihak Schneider Electric Indonesia menawarkan untuk menjadi distributor, dan tawaran tersebut disambut dengan baik. Dalam menjalankan bisnisnya, PT Arsyadani Hasanah begitu focus hanya menjadi distributor untuk produk Schneider Electric . Kebijakan manajemen seperti itu bukan tanpa alasan. Pasalnya untuk menjadi distributor satu merek itu akan lebih focus, sementara kalau menangani poduk dan merek lain lebih dari satu tentu persoalan yang dihadapi akan lebih rumit, salah satunya dalam menghadapi komplain dari konsumen.

"Sementara, jika kita hanya menjadi distributor satu merek saja seperti Schneider Electric begitu mudah dan tidak ribet dalam menjalankan usahanya. Apabila ada komplain pun jelas tinggal lapor ke principal,"jelas Aries.

Seiring perkembangan bisnisnya yang terus menggembirakan, PT Arsyadani pun pada 1996 memutuskan untuk pindah lokasi kantor, ke Graha Cempaka Mas, Blok B 37, Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat. Perpindahan kantor tersebut ternyata membawa hoki atau keberuntungan tersendiri. Buktinya setiap tahun, perkembangan dan omset yang diraihnya selalu melebihi target. Bahkan pada tahun 1996 dan 1997 merupakan puncak tertinggi yang dialami PT Arsyadani Hasanah dalam menekuni bisnis elektrik. Namun pada 1998, seiring terjadinya krisis ekonomi melanda Indonsia, perkembangan bisnis di semua sektor kurang menggembirakan, yaitu mengalami penurunan pendapatan atau omset, sehingga target tidak tercapai.

"Tetapi mulai tahun 2000 hingga sekarang, bisnis peralatan listrik mulai stabil, seiring adanya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah. Kondisi ini tentu sangat menolong sekali bagi kami," tuturnya.

Ketika ditanyakan apa alasannya masih setia menjadi distributor Schneider Electric Indonesia? Aries menjelaskan, pihak perusahaan tertarik jadi distributor Schneider Electric, karena pihak PT Schneider Indonesia sendiri begitu komit dalam menjalin kemitraan. Maksudnya, produsen peralatan listrik asal Prancis ini tidak pernah merecoki pasar yang digarap distributor selaku mitra bisnisnya. Schneider Electric selaku principal begitu menghargai dan memberikan keleluasaan kepada mitra bisnisnya termasuk para distributor. Hal inilah yang dirasakan oleh PT Aryadani Hasanah , sebagai mitra usaha Schneider Electric Indonesia dengan wilayah pemasaran di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Adanya kebijakan bisnis yang baik dari Schneider Electric Indonesia selaku principal terhadap distributor turut mendorong para distributor dalam menjalankan bisnisnya.

Selain itu lanjut Aries, keuntungan bermitra dengan Schneider Electric, yaitu kegiatan promosi dilakukan oleh PT Schneider Electric sendiri. Demikian juga brand image Schneider Electric yang sudah dikenal oleh banyak orang. Kesempatan untuk berkembang pun disediakan oleh Schneider Electric. Manajemen PT Arsyadani Hasanah menilai masih terbuka peluang pasar yang lebar dan menjanjikan sejumlah keuntungan untuk bisnis peralatan listrik seperti MCB, panel listrik dan produk lainnya di Indonesia. Alasannya produk tersebut banyak diperlukan untuk kebutuhan perumahan maupun industri. Apalagi di Indonesia sekarang ini, sektor properti maupun pembangunan industri sedang tumbuh dengan baik. Hal ini tentu peluang pasar yang menarik bagi bisnis produk perlatan listrik di dalam negeri, karena pembangunan perumahan maupun industri pasti memerlukan peralatan listrik, seperti MCB (mini Circuit Breaker) dan panel listrik serta produk peralatan listrik lainnya.